Apoteker Curhat Soal Pasiennya Yang Suka Marah

siaran24.com – Berita viral terbaru mengenai sebuah curhatan apoteker tentang para pasien yang suka mengomel saat menunggu obat. Ia menjelaskan mengapa butuh waktu yang tak sebentar untuk apoteker dalam mempersiapkan obat. Video viral ini diunggah oleh apoteker asal Surabaya bernama Agnestasia Widia lewat akun media sosial TikTok miliknya, @apt.agnes, dan telah ditonton lebih dari 3,5 juta pengguna.

“Pusing sekali kalau menghadapi pasien yang cerewet. Herannya kalau mereka menunggu dokter mau berjam-jam juga ok lho. Tapi, kalau nunggu obat, resep baru masuk 5 menit sudah pada tanya ‘obatnya sudah selesai belum?’,” kata Agnes.

“Padahal proses resep masuk sampai obat keluar itu panjang sekali dan butuh ketelitian. Apalagi kalau obat racikan,” lanjutnya.

Siaran 24

Menurut Agnes, meracik obat itu tak bisa sembarangan dan ada urutannya. Pertama, resep yang masuk harus dikonfirmasi dahulu ke dokter, untuk meminimalisir kesalahan obat.

“(kemudian) Dihitung dosisnya, lalu dihitung harga obat. Lalu konfirmasi ke pasien, jika pasien ok langsung diracik,” jelasnya.

“Mau meracik harus ambil obat dulu ya kan, obatnya juga pasti masih dalam bentuk strip. Jadi harus diguntingi dulu dikeluarkan obatnya baru ditumbuk atau diblender,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Agnes, obat yang sudah ditumbuk tersebut dimasukkan ke dalam kapsul atau puyer dan diberi keterangan terkait dosis pemakaiannya dalam sehari.

@apt.agnesYg suka ngomel klo nunggu obat, tonton sampe habis ! #fyp #foryou #foryoupage #apoteker #farmasi #tips #berbagiilmu #samasamabelajar #TheNewAlfaGift♬ Dragostea Din Tei – Digital Orchestra

=”Cek semuanya dulu, istilahnya double check, baru obat keluar. Itu pun masih harus dijelasin ke pasien. Panjang kan tahapannya,” ujarnya.

“Bayangkan kalau pasien minta cepat-cepat. Kalau salah yang disalahin kan apotekernya juga,” lanjutnya.

Baca Juga :Akan Segera Hadir Mobil Terbang Dari E-Hang Di Indonesia

Agnes pun menyarankan apabila pasien tak ingin menunggu lama saat mengantre obat, maka bisa ditinggal dahulu. Ia pun meyakinkan bahwa obat yang dipesan akan tetap aman meski ditinggal.

Menurut pengalaman Agnes, butuh waktu 15-20 menit dalam menyiapkan satu resep obat dari dokter, termasuk untuk obat yang tidak perlu diracik.

“Kalau pasiennya bejibun, maka obat dikerjakan berdasarkan urutan resep yang masuk. Jadi nggak bisa pasien protes ‘loh obatku nggak racikan lho, tolong kerjakan dulu’ itu nggak bisa,” tutur Agnes.

Sumber