Kadir Srimulat Berjuang Hidup dengan Penyakit Jantungnya

  • Share
Kadir Srimulat Berjuang Hidup dengan Penyakit Jantungnya

Kadir Srimulat Berjuang Hidup dengan Penyakit Jantungnya – Sosok Kadir Srimulat lama tak terdengar namun kini ia muncul kembali dengan sebuah cerita yang bikin terenyuh.

kadir Srimulat baru-baru ini menceritakan bagaimana dirinya mengatasi masalah ekonomi keluarganya. Di saat dirinya terkena serangan jantung, job di dunia entertainment juga sepi. Sudah 5 tahun sepi job, akhirnya Kadir Srimulat mau tidak mau harus menjual aset-asetnya yang sudah ia kumpalkan dari dunia hiburan. Tiga rumah miliknya kini harus ia jual dan koleksi mobil miliknya kini juga habis terjual. Saat ini Kadir Srimulat telah berusaha bangkit, sebagai kepala keluarga ia mengaku banyak hal yang haru di pikirkan sampai akhirnya ia merintis usaha kuliner.

Joker338

“Memang satu kebetulan saya, mungkin rezeki buat saya begitu saya buka usaha warung itu. Alhamdulillah sekarang bisa bertahan untuk menghidupi keluarga dan sekarang saya tidak sampai jual apa-apa lagi. Justru paling tidak itu beli mobil walau kredit saya bisa,” ungkap Kadir Srimulat.

Tak hanya rumah, Kadir juga menjual tanahnya yang berlokasi di Tambun. Dari hasil penjualan tanah itu, ia bagi mulai dari memasang ring di jantungnya itu, buka usaha dan membeli mobil.

“Dari itu saya jual tanah saya yang di Tambun tahun 2006 atau 2007, langsung sebagian saya buat betulin jantung saya, sebagian saya buat belajar usaha, sebagian buat beli mobil meski nggak berani mewah, tapi ya kredit,” ungkap Kadir Srimulat.

Baca Juga : Ria Ricis Beli Sapi Kurban Seharga Rumah

“Akhirnya dari situ, warung saya dalam jangka 2 tahun maju terus. Pertamanya dalam setahun memang pas-pasan, tapi saya masih punya stok keuangan dari hasil jual tanah itu. Akhirnya tahu-tahu usahanya semakin maju, tapi dengan cepat saya ubah,” sambungnya.

Meskin kinisudah berkembang pesa selama dua tahun, ternyata merintis sebuah usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kadir membuka masakan bebebk do kawasan Matraman. Namun usaha tersebut menurun dalam waktu setahun, ada beberapa kesulitan yang dia alami.

“Saya punya warung bebek di Matraman, dalam waktu setahun turun. Cari bebek susah, kalau dikirim dapatnya kecil-kecil, konsumen komplain, saya malu. Saya ubah dengan soto kudus. Tadinya Soto Kudus Jatibening sekarang Soto Kudus Abah Kadir,” kata Kadir.

  • Share