Menelusuri Sejarah Jejak Islam di Pulau Dewata

siaran24.com – Provinsi yang mayoritasnya memeluk agama hindu adalah Bali , serta memiliki catatan sejarah Islam sejak lama. Diperkirakan, umat muslim sudah menetap di Kabupaten Klungkung, sejak abad ke-14. Keberadaan umat muslim pun diterima dengan baik, oleh masyarakat Klungkung yang mayoritas beragama Hindu. Mereka hidup rukun dengan toleransi beragama yang patut kita tiru.

Sekarang, kelompok muslim tertua di Bali menetap di Kampung Gelgel. Di wilayah itu pula berdiri masjid pertama di Bali bernama Masjid Nurul Huda.

Siaran 24

1. Hadiah pengawal untuk Raja Dalem Ketut Ngelesir

Seperti dalam catatan tim peneliti sejarah masuknya Islam di Bali untuk proyek penelitian Pemda Tingkat I Bali 1979/1980, umat muslim diperkirakan masuk Bali sejak abad ke-14. Ketika itu, Raja Gelgel Dalem Ketut Ngulesir sebagai penguasa di Bali menghadiri pertemuan di Majapahit, Jawa Timur.

Saat hendak kembali ke Bali, Raja Hawam Wuruk menghadiahi 40 pengawal raja ke Bali. Seluruh pengawal itu merupakan penduduk muslim yang ketika itu merupakan sekelompok pedagang yang menetap di Majapahit.

“Lalu pengawal muslim ini dihadiahi tanah oleh Raja Gelgel saat itu untuk ditinggali. Nah, tanah itulah yang saat ini berkembang sebagai Kampung Gelgel,” kata tokoh masyarakat di Kampung Gelgel, Sahidin, belum lama ini.

Sampai saat ini, umat muslim yang tinggal di Kampung Gelgel hidup harmonis dan berdampingan dengan masyarakat Desa Adat Gelgel yang mayoritas beragama Hindu. Toleransi antar umat ini telah berjalan baik selama berabad-abad.

2. Pengawal muslim di Kampung Gelgel diperbolehkan mendirikan masjid

Setelah menetap di Gelgel, para pengawal muslim tersebut diizinkan raja mendirikan masjid sebagai tempat beribadah. Masjid yang kini dikenal bernama Nurul Huda itu diyakini sebagai masjid tertua di Bali.

Masjid tersebut berdiri kokoh hingga sekarang dengan ciri khas menara yang menjulang tinggi setinggi 17 meter. Keberadaan masjid ini juga menjadi bukti sejarah keberadaan umat muslim di Bali.

Baca Juga :Akibat Cuaca Ekstrem Gunung Sinabung Berpotensi Lahar Dingin

3. Umat muslim diterima dengan baik oleh Raja Dalem Waturenggong

Sementara, pada Babad Dalem disebutkan pada masa Kerajaan Gelgel yang dipimpin Dalem Waturenggong, Raden Fatah sempat mengirim utusan dari Demak untuk membujuk sang raja memeluk agama Islam.

Namun saat itu, Dalem Waturenggong menolak dengan halus. Terlebih, ketika itu umat muslim di Gelgel sudah hidup harmonis dengan masyarakat setempat.

Lamban laut, umat muslim di Klungkung berkembang dan menempati beberapa wilayah di Klungkung, di antaranya di Kampung Lebah, Kota Semarapura, Kampung Kusamba di Kecamatan Dawan, dan Kampung Toya Pakeh di Nusa Penida.

Uniknya, beberapa kebudayaan masyarakat Bali diadopsi umat muslim. Seperti tradisi megibung (makan bersama) yang biasanya dilakukan masyarakat Hindu Bali, juga diterapkan umat muslim di Kusamba, mereka menyebutnya dengan istilah “Ngaminang”.

Sumber