Mengaku Aburizal Bakrie Jadi Orang Pertama Yang Di Suntik Vaksin

siaran24.com – Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie telah divaksinasi Covid-19 dengan vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.Hal itu diketahui dari sebuah video berdurasi 33 detik yang beredar di media sosial sejak Selasa (13/4/2021). Dalam video itu, pria yang akrab disapa Ical itu nampak menunjukkan sebuah plastik transparan yang di dalamnya terdapat sebuah benda berwarna putih yang disebut Ical sebagai Vaksin Nusantara.

Politisi senior Golkar ini bahkan menyatakan, dirinya adalah orang pertama yang disuntik dengan vaksin tersebut.

“Ini vaksin Nusantara, saya pertama kali, Insya Allah berhasil,” katanya seperti dikutip dari video tersebut, Rabu (14/4/2021).

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Ical, Lalu Mara Satria Wangsa, membenarkan hal tersebut.

Siaran 24

“Iya benar, (divaksin) sekitar Minggu kemarin di RSPAD (Gatot Subroto),” katanya.

Mara mengatakan, Ical kemungkinan besar disuntik vaksin Nusantara sebagai relawan.

“Pak Ical percaya dengan kemampuan Terawan selama ini, karena itu mendukung vaksin corona buatan anak bangsa sendiri,” katanya.

Mara juga mengatakan bahwa Ical mendukung pelbagai upaya yang dilakukan anak bangsa untuk membuat vaksin sendiri. Ical bahkan mendoakan agar vaksin Nusantara bisa membawa kemaslahatan bagi bangsa ke depannya.

Baca Juga :Warga Malah Girang Ketika Lutfi Agizal Umumkan Berhenti dari Media Sosial

Untuk diketahui, BPOM sebelumnya menyatakan bahwa vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis fase II karena beberapa syarat belum terpenuhi, di antaranya Cara Uji Klinik yang Baik (Good Clinical Practical), Proof of Concept, Good Laboratory Practice dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (Good Manufacturing Practice).

Selain itu, BPOM menilai bahwa komponen yang digunakan untuk vaksi itu kebanyakan impor, sehingga tidak sesuai dengan klaim vaksin karya anak bangsa.

“Bahwa ada komponen yang betul-betul komponen impor dan itu tidak murah. Plus ada satu lagi, pada saat pendalaman didapatkan antigen yang digunakan tidak dalam kualitas mutu untuk masuk dalam tubuh manusia,” kata Penny dalam rapat dengar dengan Komisi IX DPR RI yang disiarkan secara daring, Kamis (8/4/2021). (rhm)

Sumber