Nirina Zubir Lelah Hadapi Persidangan Kasus Mafia Tanah

  • Share
Nirina Zubir Lelah Hadapi Persidangan Kasus Mafia Tanah

Nirina Zubir Lelah Hadapi Persidangan Kasus Mafia Tanah – Terus berlangsungnya persidangan terkait kasus dugaan mafia tanah hingga saat ini, membuat sosok Nirina Zubir merasa lelah dan ingin hidup normal kembali. Tindak penipuan yang dilakukan oleh orang terdekat dari mendiang Ibu dari Nirina Zubir ini memang sudah berlangsung cukup lama dan tidak kunjung mendapatkan titik terang, hingga saat ini persidangan memang terus dilakukan bersama dengan para saksi.

Dari kasus penipuan ini diperkirakan Nirina dan keluarganya mengalami kerugian hingga Rp 17 miliar rupah. Baru-baru ini persidangan yang berlangsung memang mendatangkan seorang saksi yang dihadirkan oleh jasa yaitu Heru yang merupakan salah satu pegawai bank BCA KCP Pondok Indah, Heru ini merupakan sosok pegawai yang melayani Riri Khasmita sebagai nasabah. Dari kesaksian oleh Heru, Nirina Zubir merasa ada yang aneh dengan kesaksiannya.

Joker338

“Itu keanehan ya. Seorang yang katanya sudah bertahun-tahun bekerja di bank, tapi enggak tahu mekanisme pekerjaannya dia kayak bagaimana. Itu bank besar lho,” ujar Fadhlan dalam menyampaikan opini pihak Nirina setelah mendengar kesaksian dari pegawai BCA.

“Hakin itu cuma tanya tupoksi, lalu alurnya, siklusnya bagaimana sebelum (berkas pinjaman kredit Riri Khasmita) masuk ke Anda, departemen mana saja yang terlibat. Masa enggak tahu. Jawabannya enggak tahu. Ditanya dokumen itu buat siapa, dari mana, tidak tahu. Kalau kita bekerja di bawah naungan 10 tahun lebih, wajar kita harus tahu, setidaknya tahu alur pembuatan sebuah surat itu bagaimana,” jelas Fadhlan sebagai kuasa hukum dari Nirina Zubir terkait keanehan kesaksian dari Heru.

BACA JUGA: Roy Keane Tak Ingin Pindah ke Real Madrid, Kapten Legendaris ini Takut Apa?

Saat persidangan berlangsung, Heru memang sempat membenarkan bahwa Riri Khasmita dan sangs suami sempat datang ke BCA KCP Pondok Indah untuk melakukan pinjaman kredit sebesar Rp 1,3 miliar. Selain itu Heru juga menyebutkan bahwa pinjaman tersebut cair dengan menjaminkan sebuah sertifikat tanah.

“Ada satu pertanyaan yang benar-benar aku pengin tanya kepada kepala cabang. Sebenarnya, yang hari ini datang bukan kepala cabang yang waktu itu menjabat. Tapi saya pengin tanya, Apakah wajar seorang karyawan menerima uang dari nasabah? Wajar enggak sih? Memangnya ada dana talangan? Saya beneran tanya, saya beneran pengin tahu. Tolong pencerahannya,” sebut Nirina geram dengan kesaksian dari pihak BCA KCP Pondok Indah.

  • Share