Ratusan Warga di Kota Batu Mengungsi Karena Banjir Bandang

  • Share

Ratusan Warga di Kota Batu Mengungsi Karena Banjir Bandang – Sebanyak 142 orang mengungsi akibat banjir bandang yang menerjang Kota Batu, Jawa Timur, pada Kamis (4/10/2021). Sebanyak 10 orang di antaranya mengungsi di Gedung Kesenian Desa Bulukerto. Kemudian sisanya mengungsi ke rumah keluarga dan tetangganya.

“Untuk pengungsian, hari ini yang di tempat untuk pengungsian ada 10 orang di Gedung Kesenian Bulukerto. Untuk yang lainnya masih memungkinkan tidur di tempat saudara-saudaranya,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan keterangan terkait penanganan banjir di Balai Kota Among Tani pada Jumat (5/11/2021).

Selain itu, Punjul menyebutkan bahwa banjir itu merusak 22 unit bangunan, termasuk rumah warga. “Sampai dengan Jumat jam 15.00, kerusakan rumah maupun benda ada 22 unit yang terdampak akibat bencana banjir,” kata dia.

Pemkot Batu sudah menetapkan status tanggap bencana untuk penanganan banjir bandang tersebut. Seperti diketahui, banjir bandang melanda Kota Batu, Jawa Timur, akibat hujan deras pada Kamis lalu, sekitar pukul 14.00 WIB. Banjir itu terjadi akibat luapan anak Sungai Brantas yang membawa material lumpur dan kayu. Berdasarkan data sementara, banjir itu menyebabkan 6 korban jiwa.

Potensi curah hujan di Jawa Timur telah diprediksi sejak dua hari sebelumnya yang kemudian diperkuat dengan informasi peringatan dini sejak 1 jam- jam sebelum kejadian.

“Koordinasi dan diseminasi kepada pihak stakeholder terkait kebencanaan juga telah dilakukan oleh BMKG setempat,” kata Guswanto dilansir siaran24.com.

Guswanto menjelaskan bahwa kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan intensitas. Peningkatan ini secara umum dipicu oleh dinamika atmosfer skala global La Nina yang menyebabkan kondisi atmosfer di wilayah Indonesia relatif menjadi lebih basah.

Keadaan tersebut diperkuat dengan aktivitas fenomena gelombang atmosfer, yaitu MJO (Madden Jullian Oscillation), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, yang saat ini aktif di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan.

“Selain itu, kondisi dinamika atmosfer skala lokal yang tidak stabil dengan potensi konvektifitas yang cukup tinggi turut berkontribusi signifikan pada pembentukan awan hujan yang menjadi faktor pemicu cuaca ekstrem,” tutur Guswanto.

Secara keseluruhan, banjir bandang melanda dua wilayah di Jawa Timur beberapa hari belakangan. Selain faktor cuaca, banjir bandang juga dipicu luapan sungai Susuh, Kabupaten Malang, dan Sungai Brantas di Kota Batu.

  • Share