Sri Mulyani Pelajari Pengelolaan Aset di Amerika Serikat dan Australia

  • Share

Sri Mulyani Pelajari Pengelolaan Aset di Amerika Serikat dan Australia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut beberapa negara saat ini telah mengembangkan pola kerja sama pemerintah dan badan usaha dalam pengelolaan aset. Mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Australia.

Menurut Sri Mulyani, pihaknya kini terus mempelajari perkembangan pengelolaan aset di negara-negara ini dan menjadikannya rujukan. Tujuannya agar aset negara benar-benar bekerja maksimal dan bernilai ekonomis.

“Bukannya jadi aset negara yang idle, waste, atau sia-sia, karena didapatkan dari uang negara,” kata Sri Mulyani dalam acara Apresiasi Kekayaan Negara, Senin, 15 November 2021.

Saat ini, kata Sri Mulyani, aset negara telah mencapai Rp 11 ribu triliun lebih per 2020. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan pun telah menyampaikan bahwa angka ini mengalami kenaikan Rp 631,24 triliun dibandingkan 2019.

Sri Mulyani pun sudah beberapa kali sebenarnya menyinggung perkara aset negara. Lalu dalam acara ini, Ia menyebut isu soal aset negara memang kurang populer dibandingkan masalah pajak dan utang.

Padahal, kata dia, cara suatu negara mengelola aset menentukan sikap dan karakter dari bangsa tersebut. Untuk itulah, kata Sri Mulyani, pihaknya juga ingin mengubah cara pandang terhadap aset. Dari sekedar public goods menjadi measurable asset dan difficult to measure asset.

Nantinya ujungnya akan menuju ke sistem manajemen aset properti negara, yang mengaju pada pola pengelolaan properti layaknya swasta. Sri Mulyani mencontohkan bagaimana pihak swasta mengelola aset mereka yang sebagian di dapat dari pinjaman bank.

Praktik serupa yang ingin ditetapkan Sri Mulyani dalam pengelolaan aset-aset negara yang jumlah ribuan triliun tersebut. Baik aset fisik maupun non-fisik. “Seluruh aset harus efisien, efektif, dan memiliki kinerja ekonomis bagi masyarakat,” kata dia dilansir siaran24.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa aset negara diperoleh dari uang negara. Sehingga ia meminta kementerian dan lembaga untuk benar-benar bisa mengawal semua prosesnya perencanaa, proses lelan yang bersih tanpa korupsi, tidak ada mark up alias penggelembungan harga, dan pemeliharaan.

Terakhir, Sri Mulyani juga meminta kementerian dan lembaga untuk aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat. Berapa banyak anggaran yang telah digunakan dan berapa banyak aset negara yang sedang dikelola. “Karena itu bagian akuntabilitas kepada publik,” kata dia.

  • Share