Starlest Kecewa Hargai Pilihan Sinyo Dan Microboy Ke EVOS Esports

siaran24.com – Microboy (pemain) dan coach Sinyo, menjadi mantan punggawa Bigetron Esports (BTR) yang memutuskan untuk menyebrang ke EVOS Esports. CEO dari BTR, Starlest, turut berkomentar mengenai kepindahan kedua sosok tersebut dalam siaran Nimo TV.

Dibanding Sinyo, Microboy lebih dahulu bergabung ke EVOS, di mana sang pemain bergabung ke roster PUBG Mobile tim berlogo harimau putih itu, dan mendapat peran baru sebagai In Game Leader (IGL).

Dilansir RevivaL TV, peran IGL belum pernah didapat pemain bernama lengkap Nizar Lugatio Pratama itu kala membela Bigetron Red Aliens. Alasan ia dipilih memainkan peran tersebut dipertimbangkan RedFace, karena ia memiliki banyak pengalaman di turnamen tingkat dunia.

Siaran24

Sementara Sinyo, baru pada hari Selasa lalu (9/3) bergabung ke EVOS Esports sebagai pelatih dari roster divisi PUBG Mobile EVOS Reborn. DibandingNizar, kepindahan sang mantan pelatih BTR itu memang lebih mengejutkan untuk Starlest.

Pasalnya, pelatih bernama lengkap Steven Valerian Danilo tersebut awalnya beralasan hengkang dari Bigetron dengan alasan urusan keluarga. Tetapi nyatanya ia juga merapat ke EVOS Esports.

Menanggapi kepindahan kedua mantan anggotanya, Starlest mengaku meski cukup kecewa, pihak Bigetron sama sekali tidak dendam dengan mereka dan justru mendukung pilihan tersebut.

“Kalau soal keputusan Sinyo kita tetap dukung kok. No hard feeling sama dia, sama Microboy, siapa pun lah. Mereka emang pilih jalan karier yang lebih baik, ya mungkin betul ke Evos. Karena kalau di BTR ya udah mentok,” ungkap sang CEO Bigetron pada live Nimo TV dikutip dari RevivaL TV.

Baca Juga :Asal Kisah Larry Si Kucing Tinggal 10 Tahun Di Rumah Dinas PM Inggris

Starlest juga berujar bahwa keputusan pemain berusia 20 tahun tersebut adalah langkah tepat. Soalnya, untuk sang CEO kedalaman tim Bigetron Red Aliens saat ini boleh dibilang lebih baik usai bergabungnya Liquid, dan Kingzz.

“Satu tim cuma bisa empat orang. Kita udah ada Liquid yang lagi naik. Kalau Microboy stay, ya dia harus bergantian sama Liquid, atau malah Liquid yang dipilih jadi starter. Jadi ya gimana, mending ke tim besar yang mau rombak roster. Cuma mungkin soal teknisnya saja sih, soal etika kurang sreg aja.” Pungkasnya.

Sumber