Tempat Wisata Di Bandung Barat Dan Tasikmalaya Akan Ditutup Saat Lebaran

siaran24.com – Beberapa penjelasan dari Ridwan Kamil, ia menyatakan kalau destinasi wisata di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya akan ditutup selama Lebaran 2021, karena dua daerah tersebut masuk dalam zona merah virus Corona.

“Makanya dengan berat hati saya sampaikan di hari ini, minggu ini ada dua zona merah di Jabar, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya. Sesuai arahan Kapolri, yang zona merah itu pariwisata akan ditutup,” kata Kang Emil di Bandung pada Rabu (5/5).

Kang Emil berpesan kepada kepala daerah setempat dan Kapolda Jabar untuk bertindak tegas bagi para pengunjung yang tetap memaksa berwisata.

“Jadi saya titip kepada kepala daerah dan Pak Kapolda, yang masuk zona merah agar tidak ada lagi destinasi wisata yang buka dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Siaran 24

Untuk daerah yang berstatus zona oranye, Kang Emil menyebutkan hingga saat ini arahan dari pemerintah pusat belum berlaku penutupan tempat wisata.

“Untuk zona oranye saya akan konsultasikan, memang arahannya juga tidak. Tapi terpantau yang secara tegas adalah zona merah,” katanya.

Zona merah ialah zona dengan risiko penularan COVID-19 yang tinggi.

Pada Selasa, 4 Mei 2021, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk dalam kategori wilayah kewaspadaan zona merah COVID-19 di Jawa Barat.

Berdasarkan data dari laman pik.bandungbaratkab.go.id, total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di KBB sebanyak 6.224 kasus.

615 pasien aktif saat ini masih dalam perawatan atau menjalani isolasi, sedangkan 5.532 orang dinyatakan sembuh dan 77 orang meninggal dunia.

Dalam jumpa pers di Jakarta pada hari yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ikut mengingatkan kepada pengelola tempat wisata di berbagai daerah untuk menjalankan protokol kesehatan ketat agar angka COVID-19 tidak naik setelah lebaran.

“Yang melanggar ditutup,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga mengingatkan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan ketat khususnya saat liburan Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan di berbagai tempat, baik rumah tangga, tempat wisata, maupun tempat hiburan.

Dia tidak ingin Indonesia mengalami gelombang ketiga pandemi COVID-19 seperti yang sekarang sedang melanda India.

Baca Juga :Suami Vicky Zainal Di Duga Selingkuh Dengan Wanita Lain

“Pak Presiden mengingatkan kita setiap ada liburan dan pergerakan besar di tengah-tengah masyarakat ini memicu peningkatan penularan COVID-19. Libur Idul Fitri tahun lalu naik 93 persen. Libur Nataru (Natal Tahun Baru) naik 119 persen. Libur Maulid Nabi naik 95 persen,” katanya.

Sandi menambahkan pihaknya gencar mengedukasi sekaligus menyosialisasikan program Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) menuju kondisi yang disebutnya sebagai better normal.

CHSE itu tambahnya, adalah panduan untuk berbagai kegiatan seperti arung jeram, golf, meeting, incentives, conferences and exhibitions (MICE) dan lain sebagainya, dengan penerapan prokes ketat.

Sumber